Monday, December 15, 2008

RESENSI BUKU

KETERANGAN BUKU
Judul : PSIKOLOGI PERTUMBUHAN
Penulis : MIF Baihaki
Penerbit : PT Remaja Rosdakarya
Cetakan : Pertama, 2008
Halaman : xiv + 261 Halaman
Ukuran : 15.7 x 24 cm
ISBN : 979-629-933-3
Harga : Rp 41.000,00

MENYEBARKAN GAGASAN KESEHATAN MENTAL


Abraham Maslow, seorang pundit psikologi humanistik terkemuka, pernah mengungkapkan bahwa psikologi klasik Freudian dan Pavlovian merupakan pendekatan yang cenderung pesimistik, negatif dan sarat limitasi dalam memahami manusia.

Psikologi dikritik terlalu mendedikasikan diri pada eksplanasi berbagai penyakit mental, dibanding mengembangkan kesehatan mental (personal wellness). Kritik ini kemudian diterjemahkan oleh beberapa pakar psikologi humanistik awal, semisal Abraham Maslow, Carl Rogers, dan Victor E Frankl, dengan mengisi bagian psikologi yang sehat.

Mereka mengembangkan suatu teori dan praksis psikologi baru yang lebih positif mengenai manusia, nilai-nilai tertinggi, cita-cita, pertumbuhan dan aktualisasi potensi manusia. Ketika sains klasik menyumbang postulat dan penemuan fisik untuk memahami dunia materi, maka psikologi model ini mencoba menggali dimensi-dimensi positif, aspek kekuatan dan kebaikan dalam struktur dan dinamika mental manusia yang kompleks. Termasuk menelaah manifestasinya dalam perilaku manusia dan pengembangan masyarakat.

Pada era psikologi posmodern ini, pendekatan kesehatan mental ini berkembang jauh lebih kompleks. Bukan sekedar humanistik, tapi juga psikologi positif, transpersonal, psikologi eksistensial, dan juga psikologi pertumbuhan.

Life of Affiliation
Meski belum menjadi pendekatan utama, psikologi pertumbuhan juga memiliki peran signifikan bagi pengembangan kesehatan mental manusia dan masyarakat. Psikologi pertumbuhan tidak semata berbicara mengenai pertumbuhan fisik manusia, tapi juga struktur kepribadian dan set mental yang dapat mendorong manusia menuju keadaan nyaman, sehat secara mental, bahagia dan bermakna.

Seperti keyakinan Danah Zohar, ditengah sebagian masyarakat posmodern yang krisis makna ini, berkembangnya pribadi-pribadi yang sehat adalah derivasi dari masyarakat-bangsa yang sehat. Dan buku ini, seperti diharapkan penulisnya, juga memiliki tujuan yang sama; menjadi bagian dari pengembangan kesehatan mental masyarakat (hal vi).

Buku ini sendiri memuat model-model kepribadian sehat yang dikembangkan oleh enam tokoh psikologi yang dikenal luas tidak hanya dikalangan psikologi. Yakni Carl Gustav Jung, Gordon Allport, Erich Fromm, Carl Rogers, Victor E Frankl dan Abraham Maslow. Untuk memperkaya perspektif, juga dimuat model Frederick Perls dari pendekatan psikologi Gestalt.

Masing-masing tokoh diatas, melalui riset-riset tematik mereka, mempostulatkan model kepribadian yang sehat berdasarkan karakteristik dan sifat-sifat yang unik. Walaupun melalui pisau analitik yang berbeda-beda, ada beberapa dimensi yang identik dari ketujuh model tersebut (hal 10). Diantaranya adalah penemuan dan pengembangan diri, serta tanggung jawab terhadap orang lain.

Dimensi tanggung jawab terhadap orang lain ini sangat menarik. Martin Seligman, psikolog dari Universitas Pennsylvania, menyebutnya sebagai ‘life of affiliation’, yakni bagaimana perasaan positif, kenyamanan dan kesehatan mental kita didasarkan pada kontribusi dan perasaan menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar dibanding eksistensi kita sendiri (seperti orang lain dan masyarakat, alam, organisasi sosial, tradisi dan sistem kepercayaan).

Kesehatan mental salah satunya adalah bergantung pada bagaimana kita mampu memberikan kontribusi positif terhadap kebaikan masyarakat.

Aspek menarik lain dalam buku ini, terutama dari perspektif latar belakang ketujuh tokoh lainnya, MIF Baihaki memasukkan model kepribadian sehat oleh Samsoe Basaroedin, seorang penggiat psikologi islami di lingkungan Masjid Salman ITB, Bandung (hal 228).

Buku ini layak untuk diapresiasi. Terutama karena masyarakat Indonesia masa kini membutuhkan pribadi-pribadi sehat secara mental, yang bukan sekedar hidup (living), tapi juga berusaha mengembangkannya (thriving) dan menyebarluaskan nilai-nilai positif bagi masyarakat.***

1 comment:

Ersis WA said...

Jadi pingin baca bukunya. Bagus resensinya.